Imaji Terindah (Hanafiah #2)

Judul/Title: Imaji Terindah (Hanafiah #2)
Penulis/Author: Sitta Karina
Editor: Siti Nur Andini
Penata letak/Layout: Rizal Rabas
Desainer sampul/Cover Designer: Sitta Karina
Foto sampul muka/Cover Photo: Andra Alodita
Penerbit/Publisher: Literati (imprint Lentera Hati)
Jumlah halaman/Pages: 290
ISBN: 978-602-8740-60-9
Bookmail from Author Sitta Karina

Sinopsis/Synopsis:
“Jangan jatuh cinta kalau nggak berani sakit hati.”

Tertantang ucapan putra rekan bisnis keluarganya pada sebuah jamuan makan malam, Chris Hanafiah memulai permainan untuk memastikan dirinya tidak seperti yang pemuda itu katakan.

Dan Kianti Srihadi—Aki—adalah sosok ceria yang tepat untuk proyek kecilnya ini.

Saat Chris yakin semua akan berjalan sesuai rencana, kejutan demi kejutan, termasuk rahasia Aki, menyapanya. Membuat hari-hari Chris tak lagi sama hingga menghadapkannya pada sesuatu yang paling tidak ia antisipasi selama ini, yakni perasaannya sendiri.

“Do not fall in love if you afraid to be hurt.”

Challenged by the words of the son of a family business partner at a dinner party, Chris Hanafiah started the game to make sure he was not what the young man said.

And Kianti Srihadi-Aki-is the right cheerful figure for this little project.

When Chris sure everything will go according to his plan,  surprise after surprise, including the Aki’s secrets, greet him. Those make Chris’s days no longer the same and now, he has to confront with something he least anticipated, his own feelings.

Have you ever read again books that you love when you were a teen and thinking “How could I love this books?” 
Well, I have and that’s what I was afraid going to happen when reading this book.
I love Sitta Karina’s book during my teenage years but it seems my taste has changed so I am afraid my liking for her work is also changed.

Pernahkah kamu membaca kembali buku yang pernah kamu cintai saat masih remaja dan berpikir “Kok bisa ya aku suka buku ini?!”
Nah, aku pernah mengalaminya dan itulah yang aku takutkan akan terjadi saat membaca buku Imaji Terindah. Aku menyukai buku-buku Sitta Karina saat aku masih remaja tapi nampaknya seleraku telah berubah jadi aku takut tidak lagi menyukai karyanya.

Those fears made me keep postponing reading Imaji Terindah that Sitta Karina has sent me to be reviewed. I mean it is the first time my fav author sent me a book. I don’t want to disappoint her by writing a negative review but I don’t want to lie to my reader as well. Silly me for letting these fears flooded my mind when I have not read it. I should just read the book and decided later, right? 
Ketakutan tersebut membuatku terus menunda membaca Imaji Terindah padahal buku ini aku dapatkan gratis dari Sitta Karina untuk ditukar dengan review. Maksudku ini pertama kalinya penulis favku mengirimiku sebuah buku. Aku tidak ingin mengecewakannya dengan menulis review negatif tapi aku juga tidak ingin berbohong kepada pembacaku. Kalau diingat lagi konyol ya? Karena membiarkan ketakutan ini membanjiri pikiranku dan membuatku tidak melakukan apa-apa padahal aku belum membaca Imaji Terindah. Seharusnya aku membaca buku Imaji Terindah dan memutuskan review seperti apa yang akan kutulis nanti, kan?


So after months of hesitations, I finally decided to pick this book and Thank God I did not dislike this book! I really enjoy reading Imaji Terindah!

Jadi setelah berbulan-bulan keragu-raguan, akhirnya aku memutuskan untuk membaca buku ini dan Alhamdulillah aku ternyata tidak tidak menyukai buku ini! Aku sangat menikmati membaca Imaji Terindah!

The beginning is a little bit slow but it is getting better and better.
I really love story between Chris Hanafiah and Aki. It is like a fairy tale, too good to be true but in a good way since the story made you swoon and give a heart warming feeling.