Rate this book

On A Journey (2013)

by Desi Puspitasari(Favorite Author)
3.09 of 5 Votes: 3
languge
English
genre
publisher
Bentang Pustaka (Pustaka Populer)
review 1: this is it, @puspitadesi !Jarang2 ak ngasih bintang 4 ke novel2 yg ak baca.knapa harus utk On a Journey?1. Novel ini taste nya luar negeri banget2. novel ini pov nya orang pertama (pov yg sebenernya ak gk trlalu suka. tp di novel ini ak gak bisa gak suka!)3. novel ini bukan full romance.. ini novel inspiratif, sarat pesan moral tp tetep keren n menyentuh4. endingnya egak kayak sinetron, egak cengeng5. novel ini antimainstream!Banyak nilai yg bisa dipetik dr novel inii (jarang2 loh menghibur skaligus sarat nilai)really like it, mb desi ツ
review 2: Ada dua hal yang setidaknya membedakan novel On a Journey dengan novel populer lainnya. Pertama jalan cerita. Dan yang kedua, gaya penulisan. Jika umumnya sebuah novel populer biasanya akan memiliki unsur-unsur berup
... morea jalan cerita yang klise dan cenderung mudah ditebak, tema yang romantis, narasi yang manis plus dialog yang dekat dengan keseharian kita. Maka dalam On a Journey, kita akan sulit menemukan hal-hal tersebut. Dialog-dialog dalam novel ini cenderung formal, dan pilihan narasinya bisa dibilang berbeda dari novel populer pada umumnya.Meski begitu, bagi saya, di sinilah letak kekuatan dari novel ini. Meski dialognya terkesan formal dan berat, namun narasi yang dipilih Desi sangat nyaman diikuti. Tak berbelit-belit dan lebih terasa membumi, membuat pembaca bisa turut merasakan apa yang dialami Rubi Tuesday. Kalimat berikut misalnya, hanya dengan membacanya saya bisa turut merasakan kemarahan yang ada di hati Rubi: Perutku berkeruyuk lapar. Ada kedai kumuh di bagian dalam terminal. Namun, aku tidak mau makan di sana. Aku tidak mau bertemu sopir bus dogol itu! Maka dengan menguat-nguatkan hati, aku membenamkan topi hingga garis batas mata untuk menghindari silau matahari, kakiku memancal pedal. Perjalanan ini harus segera dimulai! Aku patah hati dan kena tipu, brengsek! Sepeda meluncur menjauh. (hal. 46)Penggunaan narasi yang tak biasa juga turut mempengaruhi “rasa” dari novel ini, dan ini tentunya tak lepas dari referensi bacaan dari penulisnya. Sisi baiknya, melalui novelnya ini Desi Puspitasari berpeluang untuk memperkenalkan sebuah gaya baru dalam penulisan novel populer di Indonesia. Tak harus manis. Tak harus romantis. Namun tetap nyaman dibaca dan memberikan inspirasi.Jikalau ada sedikit catatan saya atas novel ini, mungkin pada setting lokasi cerita yang kurang kuat. Dari pilihan kota yang akan ditujunya -Diavabre-, maka saya bisa simpulkan kalau setting novel ini adalah di luar negeri. Namun entah mengapa di beberapa bagian saya masih merasakan sedikit rasa Indonesia dalam penggambarannya.Sebagai penutup, ijinkan saya mengutip salah satu kalimat favorit saya di novel ini: Apa itu sepi? Ketika seseorang membutuhkan kehadiran orang lain di sisinya. Bukan untuk megobrol. Hanya untuk menemani. Bahkan, keberadaannya saja sudah terasa begitu hangat. (98-99) less
Reviews (see all)
propersearch
Cerita yang menarik. tentang perjalananan seseorang setelah patah hati..Ya, seperti itu
Nick
I don't really think this is my book
shweta
menarik ;)
Write review
Review will shown on site after approval.
(Review will shown on site after approval)
Other books by Desi Puspitasari