Rate this book

De Winst (2008)

by Afifah Afra(Favorite Author)
3.66 of 5 Votes: 2
languge
English
publisher
Indiva (Afra Publishing)
series
De Winst
review 1: Waktu yang terlampau singkat untuk menuntaskan novel, hanya dalam hitungan jam.Secara keseluruhan, bagus dan layak dibaca baik bagi yang suka fiksi dokumenter (?) maupun benar-benar penikmat fiksi. Hanya saja, sang penulis seringkali terkesan memaksakan penjelasan tentang karakter serta kejadian-kejadian sejarah. Sehingga 'paksaan' itu membuat emosi tidak mengalir sepanjang novel. Terutama ketika hubungan antara satu kasus dengan kasus lainnya terjabarkan secara nyata,Seperti ketika menjabarkan sosok Sekar, Kresna, maupun Jatmiko, yang diberitahukan langsung oleh penulis, seakan sifat dan pola pikir yang mereka miliki 'saklek' adanya.Sisanya, lebih cocok bagi penyuka fiksi :)secara sejarah perjuangannya.. hmm.. masih kurang 'greget'
review 2: De Winst selesai..
... more!!!Sebenarnya sih udah lama banget ngincar buku ini. Dari rekomendasi seorang teman, trus lihat status seorang penulis yang nyebutin buku ini bagus. Tapi entah kenapa walau termasuk list buku yang ingin dimiliki tapi selalu terkalahkan dengan yang lain ketika ingin memilikinya. Syukurlah waktu milad akhir juni kemarin ada seorang teman yang baik hati yang memberikan buku ini sebagai kado milad, walau harus ditodong dulu. Hehehe…Awalnya sih ga begitu tertarik membaca duluan novel ini, karena banyak buku lain yang juga menjerit2 minta sy baca. Tapi pas mati lampu, di tengah penerangan yang sangat seadanya, sy meraih buku itu dan ternyataaaa… tokoh utamanya bernama Rangga.. duileee.. jadi ingat si Rangga di AADC, jadinya kalau de Winst difilmkan yang akan memerankan Rangga adalah Nicolas Saputra. (emang aye produsernya???)Novel ini bercerita tentang beberapa pemuda juga pemudi yang hidup di tahun-tahun sebelum kemerdekaan, tahun 1930-an gitu. Dan tentu dong teman sebangsa Van Parsie masih bercokol di negeri ini (Syukur Belanda ga jadi juara. Wkwkwk… apa hubungannya coba???). Cerita berawal dari kembalinya Rangga Puruhita ke Tanah Air setelah 8 tahun menuntut ilmu di negeri kincir angin tersebut. Maka kemudian berbagai konflik bergulir seiring bertambahnya halaman yang sy buka dan baca juga tentunya.Dari Rangga yang jatuh cinta dengan Kareen, seorang gadis Belanda yang jelita. Perjodohan Rangga dengan Sekar Prembayun, permasalahan Rangga di tempat kerjanya di mana ada seorang gadis muda yang begitu beraninya menentang para petinggi pabrik gula de Winst dengan menuntut sewa tanah yang dinaikkan menjadi 10 kali lipat. Kemudian juga muncul Kresna, seorang pemuda Jawa yang tampan rupawan yang selalu membuat telinga Rangga panas karena dia selalu mengkritik dan mencemooh Rangga. Ngomong-ngomong soal Kresna, sy tak menemukan siapa yang pantas memerankan Kresna kalau de Winst difilmkan, terlebih dengan kejutan di akhir cerita siapa Kresna sebenarnya, makin puyeng deh sy, ga ketemu tokoh yang cocok buat Kresna.. Ampuun.. niat pengin bikin film beneran :)Oya, selain itu juga ada tokoh yang sangat-sangat menyebalkan bernama Jan Thijsse dan juga tokoh yang bernama Jatmiko di mana hati Sekar tertambat pada pemuda itu. Lho? Bukannya Sekar dijodohkan dengan Rangga? Ya itulah yang membuat novel itu menarik dan tidak terasa membosankan, ada jalinan asmara yang ruwet BGT. Entah cinta segi berapakah, sy bingung merumuskannya. Ada yang suka sama istri orang, ada yang memendam harap, ada yang bertepuk sebelah tangan, ada yang terluka patah dan berdarah-darah.. wadooh.. rumit banget. Tapi justru itu menariknya. Selain juga kisah perjuangan mereka yang berjuang untuk kemerdekaan bangsa ini, jadi ingat juga jasa-jasa para pahlawan yang kerap sy lupakan. Hiks.Yah, novel ini menarik, walaupun mengambil lebel fiksi Sejarah (benar fiksi sejarah kan?), sy pikir sy bakal bosan dan terkantuk-kantuk ketika membacanya. Tapi ternyata tidak, penulisnya pandai meramu cerita, sehingga walaupun sejarah yang dipaparkan tapi tak membuat sy bosan. Ingin terus mengunyah novel ini sampai habis. Kriuk… kriuk.. renyah dan mengenyangkan.Walaupun serasa dunia sempit di novel ini, tokoh yang satu berhubungan dengan tokoh yang lain, masing-masing ada keterikatan, tapi sy rasa itu masih dalam batasan wajar. Di dunia nyata juga sering terjadi begitu.. sehingga langsung deh kita berpikiran “wah… dunia ternyata sempit yaaa….”. Apalagi setting novel ini sekitar 70 tahun yang lalu, tentunya penduduknya ga sebanyak sekarang kan? Apalagi cuman seputaran wilayah Solo.Dari awal cerita sy selalu bertanya-tanya apa itu arti de Winst? Sy sempat berpikir de Winst itu artinya manis, karena menjadi nama pabrik gula, sampai-sampai sy ingin menggandengkan nama sy dengan de Winst, ya itu tadi, karena berpikiran de Winst itu artinya manis, tapi ternyata bukan manis toh. Arti de Winst sy temukan di ending cerita. Dan di situlah juga sy menyepakati kalau novel ini sebagai novel pembangkit idealisme seperti yang tersemat di cover depan novel ini.Di bagian akhir diceritakan dialog antara seorang Profesor dan seorang gadis. Di mana sang professor ‘meramalkan’ kalau sepertinya sebentar lagi negeri si gadis (apalagi kalau bukan Indonesia) akan segera merdeka. Merdeka secara politik. Tapi secara ekonomi masih terjajah. Tidak oleh Belanda, tapi juga oleh bangsa-bangsa yang memiliki kekuatan modal. Yang dengan adanya kekuatan modal itu, menyebabkan negeri ini terus dieksploitasi entah sampai kapan.Beberapa hari yang lalu penulisnya mengizinkan sy mengkritik pedas buku ini, hemm… ga ada kritik mbak.. paling Cuma sedikit saran aja kali ya.. karena ada sedikit dialog dengan bahasa Belanda atau Jawa yang tidak sy pahami, walaupun bisa meraba-raba artinya namun mungkin ada baiknya kalau ada catatan kaki gitu ya, jadinya Ik bisa lebih paham. Trus lagi, cara Indiva mengemas novel ini sungguh menarik. Gambar-gambar yang terselip di antara cerita membuat sy jadi mudah membayangkan apa yang digambarkan di novel ini, misalkan waktu diceritakan tentang rumah loji yang besar dan indah yang arsiteknya perpaduan Jawa dan Eropa.. dan ada gambar rumah yang tersaji di halaman tersebut. Sy suka novel ini dan rasanya tak sabar untuk membaca novel kedua dan ketiganya. :)Kata-kata bijak yang sy temukan :Menjadi manusia itu, terkadang harus bisa menjadi dirinya sendiri. Jangan hanya mengikuti apa kata orang.Jangan pernah tunduk dengan hawa amarah. Karena nafsu amarah hanya akan membawa kita ke jurang kehancuran.Berusaha mengosongkan hati dari segala macam benih cinta yang tidak semestinya mengotorinya. Ia ingin terlebih dahulu menjadikan Sang Pancipta sebagai cinta tertinggi, baru setelah itu, atas nama cinta kepada Sang Penggenggam Alam Semesta, ia kan memberikan cintanya dengan proses-proses yang Dia ridhai.*reviewnya agak berantakan... copas dari my facebook ^^ less
Reviews (see all)
karandeep
Politik, kisah asmara dan sisi kehidupan dalam dimensi sejarah. Good!
Kidd2dope
Buku bagussss! Aku suka sejarah yang dikemas dengan menakjubkan!
Jocelyn
sukaa sama tokoh rangga ^^(review menyusul)
Shalee
Fiksi sejarah yang mengagumkan!
nat
Bagus aja bukan bagus banget :D
Write review
Review will shown on site after approval.
(Review will shown on site after approval)
Other books by Afifah Afra