Rate this book

Minamoto No Yoritomo (2012)

by Eiji Yoshikawa(Favorite Author)
3.28 of 5 Votes: 4
languge
English
publisher
Kansha Books
review 1: My, my. It seems that I can't get enough of Eiji Yoshikawa (although my lack of being home makes me sort of abandoning The Heike Story --my current bedside reading and one of Yoshikawa's masterpiece). Generally I'm more interested in 16th century Japan, the 12th to 13th century is rather...well...ancient. But in 2012 NHK Taiga Drama 'Taira no Kiyomori', Minamoto no Yoritomo was played by Okada Masaki, and I'm weak for everything Okada Masaki. So, there, Eiji Yoshikawa and Okada Masaki, my personal deadly mixture of book-buying wallet-scrounging poison.Put on hold due to the long draft of thesis which needs to be revised and other fiction books which need to be bought (and read thoroughly)
review 2: Sebuah kisah novel sejarah yang menceritakan tentang kehidupan
... moreklan Minamoto no Yoritomo yang kalah perang dengan klan Taira. Akibat dari perang tersebut, Pangeran Suke harus menjadi seorang anak yatim piatu pada umur empat belas tahun dan diancam dengan hukuman mati setelah ditemukan oleh Munekiyo, bawahan Taira Yomori. Sementara itu, ibu tirinya Pangeran Suke, Tokiwa Gozen berjuang untuk bertahan hidup bersama ketiga putranya; Imakawa yang berusia tujuh tahun, Otowaka yang berusia lima tahun dan Ushiwaka yang masih menyusui. Ibu dan adik tirinya disarankan untuk menyerah kepada Taira Yorimori oleh keluarganya yang memiliki motif lain. Namun, ternyata Taira tidak menghukum mati Ibu dan adik tirinya, hanya mengirim ketiga adik tirinya ke wihara agar menjadi biksu. Sementara Pangeran Suke juga mendapatkan pengampunan dengan hukuman pengasingan ke negeri Izu. Waktu berjalan dengan cepat, Ushikawa sudah berumur 14 tahun, meskipun dia tinggal di dalam kuil di Gunung Kurama, Ushikawa tidak menganggap dirinya bagian dari biksu dan seringkali menghilang dan dihukum karena kelakuannya. Dalam diri Ushikawa, memendam sebuah kerinduan untuk bisa bertemu dengan Ibunya juga saudaranya yang lain, juga menyimpan sebuah bara untuk terhadap klan taira yang membuatnya hidup terpisah. Akhirnya pada sebuah kesempatan dia berhasil melarikan diri dari kuil dan berencana untuk menemui Ibunya dan juga saudara tirinya. Di penjuru dunia lain, Pangeran Suke di pengasingannya, tak hanya berdiam diri tetapi juga merancang berbagai strategi dengan pangeran-pangeran di daerah setempat yang berempati dan berafiliasi terhadap klan Yoritomo. Masako, putri seorang yang berpengaruh di daerah tersebut rela menjadi bagian dari rencana besar Yoritomo bahkan bersedia mempertaruhkan nyawanya dari awal demi hubungannya dengan Pangeran Suke. Lalu apakah Ushikawa berhasil menemui Pangeran Suke? Apakah rencana mereka untuk memerangi klan Taira memperoleh kemenangan? Bagimana nasib Masako dengan Pangeran Suke? Beragam pertanyaan yang berkecamuk di kepala harus sabar menunggu jawabannya di buku ke dua. Dari buku ini saya bisa belajar tentang keberanian, pengorbanan, kesetiaan, kemampuan untuk bertahan dalam kondisi sesulit apapun.Sebenarnya saya suka membaca novel sejarah berlatar belakang Jepang. Akan tetapi, saya kurang menikmati membaca buku ini, mungkin saya merasa bahasanya kurang mengalir. Atau karena kompleksitas sebuah kalimat. Sebagai contoh kalimat berikut:Bagi dia yang memiliki bakat dagang, yang selau memepertaruhkan keberuntungan dengan berspekulasi namun akhirnya berhasil, rencana kali ini memang berjangka panjang tetapi dia percaya bahwa ini bukanlah hal yang terlalu sulit.Buat saya, perlu berhari-hari menghabiskan buku ini, padahal dengan ketebalan yang sama bisanya saya bisa menghabiskannya dalam waktu sehari saja. Salah satu alasan lain, mengapa saya begitu lama melahap buku ini karena begitu banyak penamaan untuk satu orang karakter misalnya Pangeran Suke yang bernama panjang Uhyeo no Suke Yoritomo terkadang disebut sebagai Yoritomo. Begitupula dengan nama-nama karakter yang lainnya. Sehingga sedikit membingungkan. Memang, seperti itulah penamaan orang dalam buku aslinya (budaya Jepang) . Akan tetapi, saya pernah membaca buku Sworldless Samurai yang menyederhanakan penyebutan dengan satu nama orang:Tadeyoshi, sehingga memudahkan saya dalam mencerna keseluruhan cerita, tanpa berkurangnya makna historikal yang terkandung. Karena terdapat sebuah catatan yang menjelaskan perubahan nama Tadeyoshi secara terpisah. Namun, segala kekurangan yang dalam buku ini, tetap membuat buku ini layak untuk dibaca terutama untung orang yang menyukai novel-sejarah atau orang yang ingin menambah wawasan tentang kondisi Jepang di abad 1920an. less
Reviews (see all)
AlienKid97
Tak mengerti saya, Nama ny banyak bener,Berlanjut pula,Kayakna musti liad lanjutan ny
Mim
I love the comics better :)
Rody
great,epic book
Jeshkuh
bagus
Write review
Review will shown on site after approval.
(Review will shown on site after approval)