Rate this book

Sepotong Bibir Paling Indah Di Dunia (2010)

by Agus Noor(Favorite Author)
3.87 of 5 Votes: 1
languge
English
publisher
Bentang
review 1: Negri Senja....aku jadi sangat ingin kesana, menemukan siapa pemilik bibir paling indah itu ? tentunya bukan Angelina Jolie, atau Lee Soon Kyu. Alangkah hangatnya sentuhan bibir itu di bibir ini, jika seandainya bibir itu tidak sepotong, tapi beserta sang pemiliknya.Butuh imajinasi dan kemampuan untuk melepas diri dari realitas nyata dan linear untuk bisa menikmati keindahan "Sepotong Bibir Paling Indah di Dunia"
review 2: Cerpen pertama yang dibaca adalah judul cerpen terakhir. Sekilas, isi buku ini SGA Banget. Nuansanya begitu kental. Namun, setiap penulis punya ceritanya masing-masing dan justru disitulah letak keunikan dari Sepotong Bibir Paling Indah di Dunia.Catatan Seorang Kolumnis DadakanPerjumpaan saya dengan karya Agus Noor dimulai dengan kumpulan cer
... morepen Potongan Cerita di Kartu Pos. Secara tak sengaja, saya dibuat penasaran dengan judulnya Pengalaman pertama saya itu dilatarbelakangi oleh suatu rasa penasaran. Kenapa seorang Agus Noor menjadi begitu penting hingga Alina merasa harus menulis surat untuknya dalam kumpulan cerpen Sepotong Senja Untuk Pacarku milik Seno Gumira Ajidarma (SGA).Dalam karyanya yang kesekian ini, Agus Noor mengeksplorasi cerita hingga membuat setiap kisah yang ditulisnya menjadi penuh pukau. Cinta, sensualitas, sampai memori kekejaman politik dan religiositas, terasa subtil dalam bahasanya yang puitis dan sering kali mengejutkan.Bila diperhatikan sepintas, gaya menulis yang dimiliki Agus Noor sedikit banyak dipengaruhi oleh SGA. Pun ketika saya menemukan bahwa ada beberapa potongan cerita dari karya SGA yang disisipkan ke dalam cerita gubahan Agus Noor. Sebagai orang awam, saya melihat bahwa hal itu sah-sah saja dan bukan merupakan suatu plagiatisme. Karena Agus Noor justru mampu menciptakan suatu imaji karya yang baru dengan menyisipkan "bumbu" milik penulis lain.Barangkali, kalau ada yang tidak berkenan dengan hal seperti ini adalah pembaca yang baru mengenal karya-karya Agus Noor dan bukan pembaca karya SGA. Sehingga memungkinkan adanya missing link dalam pemaknaan konteks cerita yang diadaptasi Agus Noor dari SGA.Sebagai pembaca SGA, saya tentu hanya bisa "nyengir" melihat hal seperti ini. Agus Noor telah membantu saya untuk recurrent cerita-cerita SGA yang telah saya baca. Saya menganggap bahwa Agus Noor telah mampu membawa suatu pemaknaan baru terhadap karyanya sendiri walau dengan menyertakan potongan cerita-cerita dari SGA. Utamanya dengan bumbu cerita khas metropolitan: cinta dan perselingkuhan, yang lebih kuat.Tentu ini sangat baik sebagai tanda hidupnya imajinasi dari seorang penulis yang berujung pada munculnya karya baru yang lebih segar dengan pencitraan imaji yang semakin kreatif dan imajinatif.Pharmindo-Medan Merdeka Barat, 5 Desember 2011 less
Reviews (see all)
Shay
Lucu tapi membuat pembacanya belajar dari kehidupan-kehidupan yang tidak pernah diduga.
evena
3.5 tepatnya.
calvinthetitan
710 - 2012
Write review
Review will shown on site after approval.
(Review will shown on site after approval)